Eksekutif dari sebuah perusahaan kimia yang besar menggunakan sistem informasi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka yang disebut Sistem Informasi Eksekutif atau EIS. EIS dirancang untuk membantu manejemen dalam mengakses data internal dan eksternal secara relevan yang dimiliki oleh perusahaan.
EIS hanya mampu menghasilkan setengah dari data yang dikelola, dan hanya 50% data yang dihasilkan merupakan data yang diperlukan dan diinginkan oleh perusahaan. Contoh, perusahaan memerlukan data terbaru dari hasi penjualan dan data harga yang kemudian akan dibandingkan dengan data pada unit usaha strategis, produk dan biaya. Akan tetapi data yang tersedia tidak sesuai yang mereka inginkan, karena data yang ada pada unit usaha strategis bukan data satu waktu dan banyaknya laporan yang tertunda. Sehingga manajemen tidak dapat mengetahui produk mana yang akan mendatangkan keuntungan.
Dua hal yang ada pada kegagalan EIS yaitu:
1. Arsitektur tidak dirancang untuk dapat mengubah laporan yang ada, karena sudah disesuaikan dengan aturan keuangan yang ada.Sehingga menimbulkan data yang tidak akurat dan eksekutif akan meragukannya.
2. Antar muka yang rumit, sehingga eksekutif tidak dapat meninjau indikator kinerja utama secara fokus. Karena eksekutif masih harus memilih mana data yang relevan dan tidak relevan sehingga menghabiskan waktu yang ada.
Solusi dari masalah yang ada yaitu dengan menggunakan arsitektur ti yang berstandard data format CIO. CIO bekerja dengan sistem gugus seperti gambar dibawah,

Format data yang digunakan adalah format data yang telah ada pada perusahaan. Arsitektur TI yang baru yaitu berbasis bisnis. Sehingga mampu untuk mengubah data laporan, mengurangi biaya serta waktu yang dibutuhkan. Beberapa data pada ti dibutuhkan untuk memelihara sistem. Karena data yang mendasari sudah cukup stabil, sehingga banyak eksekutif yang menggunakan sistem ini.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Masalah apa yang dimiliki eksekutif dalam penggunaan EIS?
Eksekutif masih harus memilih mana data yang dibutuhkan dan tidak dbutuhkan. Selain itu eksekutif juga memiliki keraguaan dari beberapa data yang ada. Sistem hanya menghasilkan 50% data yang benar dari data yang disajikan oleh EIS.
2. Apa dua alasan untuk masalah EIS?
- EIS dapat menimbulkan keraguan pada eksekutif karena data dirasa tidak akurat.
- Antarmuka yang sulit digunakan, sehingga eksekutif tidak dapat fokus meninjau data dan peningkatan penjualan.
3. Bagaimana CIO meningkatkan EIS?
Seperti pada gambar, CIO menggunakan sistem piramid. Data dari masing-masing sistem akan dikumpulkan dan kemudian dimasukkan kedalam sistem informasi eksekut.
4 Apa manfaat dari Arsitektur TI?
Memudahkan eksekutif untuk mengubah data yang ada sehingga mampu menekan biaya dan mengurangi waktu pengerjaan.
Nama : Nadya Aidayanti Rahmadania
NIM : 162101733
EIS hanya mampu menghasilkan setengah dari data yang dikelola, dan hanya 50% data yang dihasilkan merupakan data yang diperlukan dan diinginkan oleh perusahaan. Contoh, perusahaan memerlukan data terbaru dari hasi penjualan dan data harga yang kemudian akan dibandingkan dengan data pada unit usaha strategis, produk dan biaya. Akan tetapi data yang tersedia tidak sesuai yang mereka inginkan, karena data yang ada pada unit usaha strategis bukan data satu waktu dan banyaknya laporan yang tertunda. Sehingga manajemen tidak dapat mengetahui produk mana yang akan mendatangkan keuntungan.
Dua hal yang ada pada kegagalan EIS yaitu:
1. Arsitektur tidak dirancang untuk dapat mengubah laporan yang ada, karena sudah disesuaikan dengan aturan keuangan yang ada.Sehingga menimbulkan data yang tidak akurat dan eksekutif akan meragukannya.
2. Antar muka yang rumit, sehingga eksekutif tidak dapat meninjau indikator kinerja utama secara fokus. Karena eksekutif masih harus memilih mana data yang relevan dan tidak relevan sehingga menghabiskan waktu yang ada.
Solusi dari masalah yang ada yaitu dengan menggunakan arsitektur ti yang berstandard data format CIO. CIO bekerja dengan sistem gugus seperti gambar dibawah,
Format data yang digunakan adalah format data yang telah ada pada perusahaan. Arsitektur TI yang baru yaitu berbasis bisnis. Sehingga mampu untuk mengubah data laporan, mengurangi biaya serta waktu yang dibutuhkan. Beberapa data pada ti dibutuhkan untuk memelihara sistem. Karena data yang mendasari sudah cukup stabil, sehingga banyak eksekutif yang menggunakan sistem ini.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Masalah apa yang dimiliki eksekutif dalam penggunaan EIS?
Eksekutif masih harus memilih mana data yang dibutuhkan dan tidak dbutuhkan. Selain itu eksekutif juga memiliki keraguaan dari beberapa data yang ada. Sistem hanya menghasilkan 50% data yang benar dari data yang disajikan oleh EIS.
2. Apa dua alasan untuk masalah EIS?
- EIS dapat menimbulkan keraguan pada eksekutif karena data dirasa tidak akurat.
- Antarmuka yang sulit digunakan, sehingga eksekutif tidak dapat fokus meninjau data dan peningkatan penjualan.
3. Bagaimana CIO meningkatkan EIS?
Seperti pada gambar, CIO menggunakan sistem piramid. Data dari masing-masing sistem akan dikumpulkan dan kemudian dimasukkan kedalam sistem informasi eksekut.
4 Apa manfaat dari Arsitektur TI?
Memudahkan eksekutif untuk mengubah data yang ada sehingga mampu menekan biaya dan mengurangi waktu pengerjaan.
Nama : Nadya Aidayanti Rahmadania
NIM : 162101733
Tidak ada komentar:
Posting Komentar